Riau Rhythm Chambers Indonesia

“Kita ingin bermain dari pentas ke pentas dunia dan ingin mengabari dunia, bahwa nusantara ini sangat luas dengan kekayaan kebudayaan yang tidak ternilai harganya.. “

IMG_9405xRRCI (Riau Rhythm Chambers Indonesia) terbentuk berawal dari rino dezapati (gambus) , hari sandra (clarinet) dan alyusra (biola) mencoba bermain dalam wilayah musik tradisi, hingga diperkenalkan oleh kurator kita (alm) Ben M Pasaribu dan salah seorang pemusik medan anton sitepu di tahun 2001.
Setelah menjalani berapa kali proses pergantian musisi, hingga saat ini 8 orang musisi bergabung multi instrument :

  • Rino dezapaty (director & composer)
  • Viogi rupiyanto (biola, vocal & gambus)
  • Aristofani (flute, suling & perkusi)
  • Cen putra yanis (celo)
  • Bayu Ceisar  (perkusi, vibraphone & vocal)
  • Giring Fitrah (vocal, talempong & perkusi)
  • Reizki habibulah (celo, accordion & perkusi)
  • Violano (gambus, 14 string guitar)

menyatakan bahwa kelompok musik ini lebih memilih warna musik yg bermain di wilayah konsep-konsep tradisi dengan kekayaan lokal. kita bebas mengeksplorasi gaya bermain instrument menjadi konsep musik inovatif yang tetap bersumber dari akar melayu. Latihan kontinyu dan bebas mengeluarkan pendapat, menjadi bekal dan wadah kita berekspresi terhadap karya musik, sehingga kita bebas melakukan experience terhadap musik dan instrument tradisi lama yang hampir terlupakan.

Banyak hal yang bisa kami lihat disekeliling kami. seperti contoh kecil upacara-upacara adat kampar yang sangat menarik, ketika ibu ataupun ayah di daerah kampar menidurkan anak dengan bernyanyi botimang (menimang anak) atau nandung dari indragiri hulu, menondong (nondong;suara falseto yang hanya diperbolehkan dinyanyikan ditengah ladang atau hutan).

Kita melangkah lagi ke suku anak dalam talang mamak indragiri hulu – riau. ada upacara pengobatan bulian besar, dan di wilayah pesisir melihat musik – musik zapin yg berbeda-beda dan masih banyak peristiwa – peristiwa budaya lain nya.

Ini yg membuat kita berkomitmen untuk harus menggali dan mengangkat akar kesenian-kesenian tradisional asli melayu riau yang bahkan sebagian besar sudah banyak yang tidak pernah lagi dimainkan atau dinyanyikan, ini disebabkan karena ada larangan – larangan adat di kampung – kampung tersebut.

Syair – syair ketulusan hati dan jiwa masyarakat pedesaan, kita mencoba menterjemahkan kedalam bentuk konsep pertunjukan musik yang butuh waktu berproses cukup panjang. Proses waktu yang lumayan panjang untuk mengadaptasi tiap – tiap seni musik tradisi asli ini kedalam komposisi musik yang di awali dari proses riset, tulisan hingga proses penggarapan komposisi musik ini. Ada beberapa tulisan tentang cerita-cerita menarik di dalam syair ini, namun kita memilih syair yang tidak terlalu panjang untuk kebutuhan di atas panggung, sehingga syair ini bisa utuh dalam komposisi musik dan tidak perlu sepenggal – sepenggal apabila kami membawa syair yang panjang untuk dipentaskan.

Dalam karya ini konsep 4 sungai yang ada di riau menjadi alur tema musik yang kita angkat. berawal dari :

  • Sungai kampar (laut embun dulu nya),
  • Sungai siak (sungai jantan dulu nya),
  • Sungai kuantan (sungai koruh;keruh dulu nya)
  • Sungai rokan (sungai kelemunting dulu nya).

Sungai kampar yang dahulunya bernama laut embun, tempat peradaban tanah pulau sri perca (sumatera) yang bernama dahulu nya #suvarnadvipa kerajaan muara takus, ornamen-ornamen musik logam yang hampir hilang tergerus zaman hingga saat ini. Kita memulai dari melakukan pengumpulan data-data serta wawancara masyarakat – masyarakat setempat dimulai dari kepala adat, pemegang amanah desa setempat, bomo (orang pintar) hingga pemusik – pemusik tradisional setempat.

Sampling-sampling musik asli kampar dan perekaman vocal-vocal asli yang hanya di izinkan bersyair ditengah ladang maupun hutan (jauh dari masyarakat), adalah peristiwa kebudayaan yang tabu. Ini sesuatu hal yang sangat menarik, sehingga konsep komposisi yang kita hadirkan labih memperhatikan nilai originalitas sumber kesenian ini sendiri.

konsep – konsep kesenian tradisional kampar ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa dari riset yang dilakukan, syair ini adalah “nyanyian – nyanyian yang terbelenggu oleh adat istiadat setempat. 80 persen musik riau menjadi konsep riau rhythm, hampir seluruhnya menggunakan instrument riau. Selain kita memainkan instrument eropa dan instrument asli indonesia. Gambus, talempong dan gong sebagai instrumen utama dalam konsep bermusik

Kita jalan melakukan riset sekitar 2 bulan, karena kebetulan kabupaten kampar tidak terlalu jauh dari tempat kita berproses, dan masyarakat setempat saling memberi informasi. Namun proses karya ini membutuhkan waktu hampir lebih kurang 6 bulan ditambah proses riset 2 bulan, proses penyeimbangan syair, adaptasi irama dan gaya memainkan instrument agar nilai originalitas musik daerah masih tetap ada. Seluruh musisi merasa enjoy dalam pra workshop karya hingga pada nomer karya ke 3 yang berjudul “dentang, denting, dentum” bergaya cadenza menjadi resume kegembiraan masyarakat pesisir dalam proses riau rhythm bertema “Song from rural”.

Hanya 20 persen kita meresume kekayaan ragam musik nusantara dan yg kita bentangkan ke dalam panggung pertunjukan musik ini, melayu dengan pengaruh kebudayaan – kebudayaan kuno. Konsep kebudayaan nusantara ada terpengaruh dalam gaya bermain masing-masing musisi yang punya experience yang berbeda- beda.

Mewakili riau untuk kancah internasional seperti folklore di itali, prancis, cina dan turki, mendapat invitation indonesian night festival film di bushan korea selatan 2010, kampung melayu di singapura, pertunjukan tunggal di riau, kuala lumpur, solo dan malaka, gamelan festival jogjakarta, riau hitam putih international, malaka strait jazz festival, dan yg terakhir indonesia performing arts market jakarta 2013.

Riau Rhythm Chambers Indonesia Etchno Contempo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s