Jejak Suara Suvarnadvipa

baliho-5x3-small
“JEJAK SUARA SUVARNADVIPA”

Suvarnadvipa adalah sebutan awal bagi dataran Sumatera purba. Epik Ramayana menyebutkan Suvarnadvipa sebagai pulau emas di dataran Sumatera. Versi lain menyebutkan Suvarnadvipa sebagai tujuan perdagangan di Samudera Hindia. Ketika dataran Sumatera masih menjadi satu dengan dataran Semenanjung Malaka, Suvarnadvipa juga disebut meliputi Thailand dan Malaysia. Di Sumatera sendiri, jajaran Bukit Barisan yang membujur sepanjang pulau Sumatera terkenal mengandung emas. Suvarnadvipa adalah pusat kerajaan Sriwijaya.

Suvarnadvipa adalah kisah masa keemasan di Pulau Sumatera. Masyarakat Kabupaten Kampar-Riau di sekitar Candi Muara Takus memiliki cerita secara turun temurun tentang kehidupan di masa keemasan tersebut. Kehidupan masyarakat Candi Muara sangat berkelebihan. Bahkan disebutkan bahwa padi yang ditanam berbuah emas. Kisah lain disebut bahwa di sekitar 5 km barat daya Candi Muara Takus terdapat sebuah kota yang disebut Kota Suvarna dalam Bahasa Kampar disebut Koto Subono. Di sana terdapat bekas dermaga kuno yang diduga sebagai bekas pelabuhan utama Suvarnadvipa .

Riau Rhythm Chambers Indonesia mencoba mempresentasikan sensasi Suvarnadvipa dalam bentuk komposisi musikal. Tentu saja karya-karya yang dihasilkan merupakan hasil imajinasi musikal komposer. Namun disadari imajinasi saja tidak cukup dalam proses kreativitas seni. Riset sederhana guna menerka kehidupan Suvarnadvipa ditelusuri melalui sastra lisan dan folklore/folksong yang eksis di masyarakat Kampar.

Berdasarkan riset yang dilakukan Riau Rhythm, terdapat sedikitnya 25 sastra lisan yang dilantunkan oleh masyarakat Kampar. Sebagian besar sastra lisan tersebut bertema cinta. Selain sastra lisan, Riau Rhythm juga mengeksplorasi Calempong sebagai instrumen khas masyarakat Kampar. Sastra lisan dan teknik permainan Calempong menjadi pijakan musikal dalam menelusuri jejak Suvarnadvipa.

Karya-karya terbaru yang dibuat sejak akhir 2013 hingga awal 2014 ini akan dipresentasikan ke 10 kota di Indonesia. Kota tersebut terbagi atas dua wilayah, Sumatera dan Jawa, antara lain: Pekanbaru, Padang Panjang, Medan, dan Tanjung Balai Karimun untuk Pulau Sumatera. Kemudian enam kota di Jawa dimulai dari kota Surabaya, Solo, Yogyakarta, Bandung, Serang, dan berakhir di kota Jakarta. Kegiatan konser keliling ini menjadi media presentasi mengenai keragaman budaya Riau. Selama ini budaya Melayu di Riau yang dikenal didominasi oleh seni yang berasal dari Riau bagian pesisir. Melalui riset sederhana di Kampar, Riau Rhythm justru menemukan beragam hal unik dan tak kalah menarik, yang selama ini belum banyak diekspos ke luar Riau.

Museum sang nila utama menjadi basecamp dan pemusatan latihan, workshop dan representatif RRCI agar lebih dekat dengan materi yg akan disampaikan dalam konsep pertunjukan, Yoserizal zein selaku kepala museum dan sebagai supervisi RRCI.

Tradisi lisan yang menjadi kekuatan kesenian sejarah di riau ini, RRCI menelusuri dan berdiskusi tentang karya dengan mengangkat tradisi-tradisi lisan riau bersama Al azhar yg selaku ketua asosiasi tradisi lisan indonesia. Dan teman-teman di yayasan matankari Riau (yayasan meriset tentang sejarah muara takus) serta seniman tradisi kampar da ahli waris muara takus itu sendiri.

Dibawah bendera Melayu Raya Management, Pimpinan produksi : Tito Aldila dan Rino dezapati music composer Riau Rhythm chambers Indonesia bersama Aristofani, Cendra putra yanis, Reizki habibulah, Viogi rupiyanto, Fitrah ‘giring, Violano Rupiyanto, Bayu caesar, selama 5 bulan membuat workshop 8 karya terbaru dengan intens, dan terjun langsung ke candi muara takus melakukan riset kecil, wawancara dan latihan di candi muaratakus. Menurut rino agar sensasi, esensi dan imajinasi swarnadwipa itu mengalir kepada seluruh elemen dari 8 karya ini.

Community & institute partner : Pekanwak.com –  LineArt design – Babbe – Rtv organizer – Museum Sang nila utama Riau – Citron adv – empistudio – urban rhythm pku – tameng sari dance company – riau pos group – paten tour – dll

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s